Mengapa Wanita Menangis ? Moslem.Blog: Mengapa Wanita Menangis ?

Mengapa Wanita Menangis ?

Sunday, November 1, 2009

Mengapa Wanita Menangis?

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya
pada ibunya. "Ibu,mengapa Ibu menangis?".

Ibunya menjawab, "Sebab, aku wanita." "Aku tak
mengerti," kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum
dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan
mengerti...."

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya.
"Ayah,mengapa Ibu menangis? sepertinya Ibu menangis
tanpa ada sebab yang jelas?"

Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis
tanpa ada alasan."

Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya. Lama
kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap
bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada
Tuhan "Tuhan, mengapa wanita mudah sekali menangis?

Dalam mimpinya, Tuhan menjawab :

"Saat Kuciptakan wanita, aku membuatnya menjadi sangat
utama.

Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban
dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup
nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang
sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan
mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali
pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari
anaknya itu....

Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap
bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah
putus asa. Wanita, kuberikan kesabaran,untuk merawat
keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah,
tanpa berkeluh kesah..

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang,
untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun,
dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang
anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya.
Perasaan inilah pula yang akan memberikan kehangatan
pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan
inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap
dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya,
melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung
baginya. Sebab, bukankan tulang rusuk-lah yang
melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk
memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa, suami
yang baik adalah yang tak pernah melukai
istrinya.Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu
akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada
suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling
melengkapi,dan saling menyayangi.

Dan, akhirnya, kuberikan ia airmata agar dapat
mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kuberikan
kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia
inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita,
walaupun sebenarnya, airmata ini adalah airmata
kehidupan."

Pernahkah kita berlaku kasar terhadap ibu kita yang
telah dipakai oleh Tuhan untuk mengantarkan kita
melihat dunia ini? Pernahkah terlintas dalam pikiran
kita menteror ibu kita sendiri karena dia pilih kasih
terhadap saudara-saudara kita yang lain? Pernahkah
anda terbayang bahwa kasih ibu itu tak pernah luntur
walaupun diperlakukan oleh anaknya sendiri secara
tidak wajar? Pernahkah anda terpikir betapa sedihnya
seorang ibu melihat anak-anaknya tidak dapat hidup
saling mengasihi dan rukun sesamanya.

0 comments:

Post a Comment