TUGAS PAPER ANATOMI VETERINER II SISTEM RESPIRATORIUS PADA HIDUNG Moslem.Blog: TUGAS PAPER ANATOMI VETERINER II SISTEM RESPIRATORIUS PADA HIDUNG

TUGAS PAPER ANATOMI VETERINER II SISTEM RESPIRATORIUS PADA HIDUNG

Sunday, April 18, 2010

Disusun Oleh:
KELOMPOK B1
1. Prista Oktafebri Yulestari (0909005059)
2. Adven T.A.J Simamor (0909005060)
3. Inggrid Adhaniswari (0909005061)
4. Nindya Kusuma Wati (0909005062)
5. Fathurohman Nasrudin (0909005063)
6. Gracemon Loe Mau (0909005064)
7. Anggi Windo Marta (0909005065)
8. Mohammad Arafi (0909005066)
9. Juli Yanti (0909005067)
10. A Azhari Azm (0909005068
HIDUNG
Sensasi bau yang dikenal sebagai “Olfaction” dilakukan oleh organ penghidung yang terletak di dalam rongga hidung pada bagian atap rongga hidung, bagian atas septum nasi dan pada konka nasalis superior tulang etmoidalis. Kemoreseptor olfaktori adalah neuron kuhusus yang terletak pada epithelium olfaktori. Epithelium olfaktori mengandung sel penunjang, sel basal, dan sel olfaktori, yang merupakan neuron bipolar dendrit yang berakhir pada rambut halus olfaktori yang menonjol ke dalam mukus yang melapisi rongga nasal.
Lubang hidung (nostril) adalah salah satu dari dua saluran dari hidung, dari titik di mana mereka membagi dalam dua cabang ke lubang eksternal. Lubang hidung (nostril) mengantarkan udara ke cavum nasi. Cavum nasi berhubungan secara langsung atau tidak langsung dengan beberapa sinus paranasalis. Cavum nasi dibagi dibagi 2 oleh septum nasi. Bagian caudal septum nasi bertulang (dibentuk oleh bagian tegak tulang ethmoidale), sementara bagian depan tersusun atas kartilago.
1. Dinding Hidung
Tersusun atas kulit di bagian terluar, tulang dan kartilago (lapisan tengah), serta membrane mukosa cavum nasi (lapisan dalam). Tulang penyusun dinding hidung:
• os nasale
• os maxilla
• os incisivae
• os frontale
• os lacrimale
• os zygomaticus, serta
• pars perpendecularis os palatine.
Pada ujung bebas tulang nasale dan incisivae menyediakan tempat perlekatan bagi kartilago nasi untuk menopang nostril. Otot-otot yang melekat pada tulang dan kartilago nasi berfungsi untuk mengatur lebar/kecilnya nostril. Otot utama pada hidung meliputi m. caninus (dilatators nares lateralis) dan m. levator nasolabialis.
 M. caninus (dilatators nares lateralis).
Origonya di ventral foramen infraorbitalis berjalan ke depan, dan menyebar pada alae nostril dan bibir atas. Otot ini berfungsi melebarkan lubang hidung atau nostril, mengangkat rongga hidung, dan pada anjing mengangkat sudut mulut saat menngeram.
 M. levator nasolabialis
Berorigo pada punggung hidung dan berinsersio sebagian pada alae nostril, dan sebagian pada bagian lateral bibir atas. Otot ini mendilatasi nostril, mengangkat dan retraksi bibir atas.
2. Planum
Penampakan nostril dan area yang mengelilinginya (planum) sangat bervariasi di antara spesies. Pada karnivora dan ruminansia kecil (kambing dan domba) membentuk planum nasalis karena hanya melibatkan kulit di sekitar nostril. Planum ini tidak berambut. Pada babi membentuk planum rostralis karena membentuk bagian moncong (rostrum) dan bergabung dengan bibir atas. Pada planum ini didapati rambut taktil, sedangkan pada sapi dan kuda terbentuk planum nasolabialis, karena melibatkan kulit bagian nasal dan bibir atas lebih masif. Pada planum ini ditemukan rambut taktil.
Kulit planum dipertahankan dalam kondisi basah. Pada babi dan ruminansia, basahnya planum disebabkan oleh kelenjar yang sekresinya dikeluarkan melalui pori-pori pada daerah planum. Pada anjing, kelenjar tersebut tidak ada, tetapi kebasahan planum disebabkan oleh sekresi kelenjar yang ada pada septum nasi, kelenjar nasalis lateralis, dan kelenjar lacrimalis. Kebasahan planum sering dijadikan tanda kondisi hewan yang sedang diperiksa.
3. Filtrum
Pada beberapa hewan, di pertengahan bibir atas terdapat logokan/alur dengan berbagai kedalaman yang disebut filtrum. Pada karnivora dan ruminansia kecil, filtrumnya dalam dan meluas sampai ke nostril. Pada babi, filtrumnya dangkal, sedangkan pada sapi dan kuda tidak ditemukan filtrum.


DAFTAR PUSTAKA

I Nengah Wandia. 2010. Materi Kuliah Anatimi Veteriner II Diktat Sistem Respirasi. Bukit
Jimbaran.
Canine Anatomy.
Klaus, Dieter Budras. 2003. Bovine anatomy. Germany.
Klaus, Dieter Budras; Wolfgrang, O. Sack, Sabine, Rock. 2003. Anatomy of the horse 4 th.


0 comments:

Post a Comment

There was an error in this gadget